Udah lama gw g nulis lagi di blog ini....
Klo gak salah terakhir gw posting itu tanggal 6 Des tahun lalu ( ya gak sih????)
Oke! Kita balik ke apa yang mw gw kasih tahu..
Akhir2 ini gw lagi sering baca bukunya Raditya Dika., Mulai dari Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, sampai buku lawasnya, Kambing Jantan. Sampe2 tgl 29 kemarin gw ketemu ama dia di kota baru tercinta ini, Yogya.
Berita tambahan : Saat gw nulis ini gw lagi denger lagunya The Upstair yang Matraman. Wah jadi inget jaman jahiiyah dulu, jaman putih-abu2
Rencananya sih hari ini gw ama anak2 LEM FKUII mau ke Solo bwt ngantar sumbangan dr mahasiswa tapi g jadi. tahu tuh knapa
Udah dulu ya cz perut gw lagi mules berat nih!!!! uhuuhh
Hari-hari penuh tantangan dan tugas-tugas telah selesai semua..
Semoganilai blok ini lenih baik..,ya minimal A- lah..hehe
|
Minggu ini saya berubah menjadi manusia ajaib. Bak sangkuriang yang menyelesaikan perahu, danau, dan bukit dalam satu malam. Tapi ini berbeda. Kalau sangkuriang untuk wanita, saya untuk nilai kuliah.
Tugas mulai dari Praktikum, Log Book, Mind Mapp, Artikel Ilmiah sampai penilaian artikel dengan metode HONCode harus selesai sampai hari ini... Pukul 23.59 WIB Sungguh hal yang sangat berat tapi kalau sudah ingat cita-cita sebelum masuk FK, ah semua itu hanya hal kecil biasa....
Seperti perkataan adikku di seberang laut sana dana teman di FK bahwa saya harus "SEMANGAT"
|
Tulisan berikut adalaha tulisan yang sudah sangat lama ingin kutulis....
Mengenang kembali hari pertama Pesona Ta'aruf Mahasiswa Baru UII 2007 (awal September 2007), menjadi suatu hal yang tragis bagiku atau mungkin bagi bangsa ini. Dari tema acara yang mengangkat isu sikap kritis mahasiswa pada masalah bangsa, hanya sedikit cerminan penanaman sikap nasionalisme . Memang ada tapi bentuknya adalah menyanyikan lagu nasional/lagu kebangsaan yang dikemas dalam bentuk sebuah paksaan sambil berlari atau dibawah betakn. Saya rasa ini bukan langkah yang tepat karena meski mahasiswa baru kami bukanlah hidup di jaman orde baru yang kata orang penuh otoriter.
Pendidikan nasionalisme dalam PESTA 2007 saya rasa perlu di tinjau ulang. Dari fakta di lapangan, pengetahuan Maba-miba yang baru tentang isu kebangsaan sangat rendah (kalau tidak mau dibilang dangakal). Ketika ditanya isi sila ke-3 Pancasila saja mereka tidak tahu.
Memang dari jalannya acara 'mungkin' bisa timbul sikap kritis. Tapi kritis yang seperti apa?? bagi saya sikap kritis itu harus dilandasi rasa nasionalisme. Sudah banyak kritikus-kritikus di negara ini yang hanya bisa berbicara tanpa tanggung jawab dan bukan untuk kepentingan bangsa, melainkan untuk kelompoknya/golongannya. Dan dari mereka hanya menambah keterpurukan bangsa ini.
Entah terpikirkan atau tidak oleh panitia, tapi itulah kenyataan yang saya lihat. Semoga acara PESTA tahun depan dapat lebih baik lagi
|