Abadilah Republik Indonesia
Untuk selama-lamanya,
Yang dilindungi tumpah darah
Benua kepulauan yang indah,
Antara cakrawala langit yang murni
Dengan Bumi tanah yang sakti.
Di samping teman di hadapan lawan
Negara berdiri ditakdirkan Tuhan,
Untuk keselamatan seluruh bangsa
Supaya berbahagia segenap ketika;
Berbudi setia, tenaga Merdeka
Dengan menjunjung kedaulatan Negara.
Di atas abu negara kedua
Kami membentuk negara ketiga,
Diiringkan lagu Indonesia Raya;
Di bawah kibaran bendera bangsa;
Di sanalah rakyat hidup berlindung,
Berjiwa merdeka, tempat bernaung.
Kami bersiap segenap ketika,
Dengan darah, jiwa dan raga,
Membela negara junjngan tinggi
Penuh hiasan lukisan hati.
Melur-cempaka dari daratan
Awan angkasa putih kelihatan
Buih gelombang dari lautan.
Hati yang mukmin selalu meminta
Kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Supaya Negara Republik Indonesia;
Kuat dan kokoh selama-lamanya
Melindingi rakyat, makmur selamat,
Hidup bersatu di laut- di darat.
*Syair dari Muhammad Yamin, disampaikan sebagai penutup pidatonya di hadapan siding BPUPKI tanggal 28 Mei 1945, dikutip dari Buku: Risalah Sidang BPUPKI – PPKI, Sekretariat Negara RI, Jakarta, 1998, hlm. 32.
|
Menuju Bekasi adalah pulang kembali ke sebuah kota layaknya kampung halaman yang telah lama di rindukan. Walau lahirku bukan disana tapi budaya dan lingkungan sekitarnya merupakan temanku menghabiskan golden age kehidupan. Sudah banyak kota yang di singgahi tapi Bekasi tetap menjanjikan pesona yang berbeda. Bukan karena sengatan terik siang hari atau debu jalan yang semakin tebal dan bukan juga karena jalan berlubang yang semakin berkurang.
Menuju Bekasi adalah kembali bertemu dengan orang-orang hebat yang pernah ku kenal. Teman – teman dB yang saat ini terus berkarya untuk menjadi lebih baik. selalu ada senyuman terselip canda yang mencairkan di antara mereka. Setiap pertemuan penuh makna yang bisa di jadikan bekal bagi perjalanan hidup. Ladang ilmu di sana. Dari mereka, Kak Nesan, Kak Ahmad suryana, Kak Idcham, Kak Zay, Kak Iwak, Kak Idcham, Kak Jamal, Kak Taufik, Narul, Martin, Vera, Pupung, Nurjanah, Rozaq, Sumanto, Adim, Ahmad, Ardi, Endang dan seluruh saudaraku di Dasabala.
Menuju Bekasi adalah kembali berhadapan dengan orang – orang berpikiran antara pusar hingga lutut. Sebuah pendewasaan yang sulit mereka raih. Kembali teringat pada diskusi sore hari dengan seorang kakak di FK UGM. Ia bercerita tentang apa yang ia ketahui. Bahwa proses kita sebagai manusia untuk menjadi dewasa ibarat posisi kita dalam shalat. Dari berdiri, ruku’ kemudian sujud. Kesemuanya mengisyaratkan rangkaian proses kita dalam menggunakan akal (otak) dan hati. Saat berdiri, posisi otak kita lebih tinggi dibandingkan hati. Di sinilah kita lebih mengutamakan akal ketimbang hati. Seperti seoarang anak kecil yang berebut permen dengan adiknya. Begitulah sterusnya hingga kita mencapai poisisi sujud dimana kita akan lebih menggunakan hati daripada sekedar akal dan di posisi inilah tercapainya kedewasaan kita.
Mengingat Bekasi adalah kembali mengingat sesuatu yang sulit di mengerti. Sama seperti pertempuran yang tak pernah ku menangkan. Keraguan - keraguan yang berkelebat dan sulit kuhapus. Tapi sekarang aku sangat bersyukur akan keniscayaan yang selalu ada di atas ketidakpastian. Semua yang kubayangkan adalah kenyataan, tapi aku sangat puas akan hal ini. Tak ada yang perlu diragukan lagi hari ini, esok dan seterusnya. Alhamdulillah
Melupakan Bekasi adalah mengingat kembali pembicaraan via telepon dengan teman dari Jogjakarta. Pembicaraan tentang tugas kuliah yang mengantarkan fokus untuk kembali pada mimpi – mimpi besarku tahun ini.
Sulit untuk melupakan kenangan indah disini. Akan kusimpan Bekasi-ku untukwaktu selanjutnya.
Di tulis 2 Oktober 2009
Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku
aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "
tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar terimalah dan hadapilah
dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu
aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup
Jakarta 19-7-1966
Soe Hok Gie
|
Artikel ini bukanlah artikel asli bikinan gw. Tapi sebagai orang yang punya info di bid.kesehatan, boleh dong kalau gw bantu publikasikan. Toh ini kan ilmu yang g boleh kita tutupi
Original artikel from : www.iwandarmansjah.web.idFAKTA TERAPI YANG SERING DILUPAKAN
Iwan Darmansjah
1. Asam Urat
Alopurinol (Zyloric) hanya perlu diberikan pada penyakit gout (pirai, jicht (Belanda)), bukan untuk setiap nilai asam urat yang tinggi. Gout ditandai khas dengan adanya jempol kaki yang bengkak dan sakit, serta merah. Tanpa tanda penting/khas ini, tidak ada penyakit gout. Makan makanan tertentu dan minum air sedikit juga menaikkan kadar asam urat, dan minum air banyak sudah akan menurunkannya jika tidak ada faktor genetik untuk gout,
Ada dua obat penting untuk gout: probenecid dan alopurinol (Zyloric). Probenecid diberikan bila ada masalah dalam ekskresi asam urat, sedangkan alopurinol diberi bila ada masalah pembentukan asam urat yang berlebih. Masalah gout 65% disebabkan oleh masalah kurang ekskresi asam urat, sedangkan 35% disebabkan oleh pembentukan yang berlebih dari asam urat sebagai hasil metabolisme. Jadi bila demikian, probenecid (dosis kecil, 2 kali 250 mg disertai air) akan lebih berguna utk 65% penderita. Dan alopurinol hanya berguna untuk 35% penderita.
Dari WHO Website:
‘For problems with uric acid excretion, Probenecid is used instead of Zyloric. The drug works by improving the rate of uric acid excretion. Use of Probenecid in high dose may increase the risk of kidney stone formation, due to the excessive level of uric acid excretion. This might cause uric acid build up in the kidney.
In the US average drug consumption is USD420 / annum
In Japan, average drug consumption is USD550 / annum
In Indonesia it is merely USD 7 / annum
Ideally, USD30 / annum should be adequate.’
2. Ampisilin
Ampisilin adalah suatu antibiotik yang berspektrum lebar, namun mempunyai potensi RENDAH bila dipakai untuk kuman Gram positif seperti pada infeksi di kulit dan infeksi saluran napas dan mulut. Obat ini sudah disalahpakai di seluruh negara, karena ampisilin kurang efektif untuk indikasi diatas, sehingga menimbulkan banyak resistensi kuman.
3. Sakit Gigi
Infeksi gigi yang kronis (lama) di akar gigi maupun di gusi disebabkan hampir 100 % oleh kuman anaerobik (Bacteroides) dan Gram + (streptokok dan stafilokok), dan karena itu paling ampuh diobati dengan penisilinG atau antibiotik makrolid (spectrum sempit) dan dikombinasi dg metronidazol (suatu antibiotik untuk kuman anaerob pilihan pertama). Ampisilin kurang efektif.
4. Ciprofloxacin
Ciprofloxacin adalah antibiotik yang terutama diindikasikan untuk kuman Gram negatif, sehingga tidak cocok untuk infeksi saluran napas atas atau bawah yang primer, infeksi kulit (bisul), dan mulut/gigi, kecuali terdapat superinfeksi atau infeksi campuran dengan kuman Gram negatif yang dibuktikan secara klinis dan kultur.
5. Reaksi Widal
Reaksi Widal yang banyak diperiksakan di Laboratorium – oleh dokter dan masyarakat - merupakan cara diagnose SALAH untuk menentukan penyakit TIFUS. Test ini tidak berguna untuk menentukan seorang sakit Tifus, karena hanya merupakan reaksi imun tubuh terhadap kuman tifus. Kuman ini ada dalam makanan / minuman di negara berkembang yang tidak mempunyai pembuangan air kakus yang tertutup seperti di semua negara (maju). Sekitar > 70% rakyat kita (termasuk yang kaya) mempunyai titer Widal tinggi tanpa sakit (tifus). Reaksi Widal positif tidak perlu diberi antibiotika dan tidak akan menghilang dengan waktu atau pengobatan. Diagnosa tifus dibuat secara klinis, yaitu panas 6 hari atau lebih dan kultur darah.
6. Isoprinosine
Kelas obat “imuno-modulator” seperti Isoprinosine, Imboost dan Imdur tidak bermanfaat, karena tidak ada bukti ilmiah klinis yang mendukungnya. Di negara lain yang peraturan obatnya baik tidak ada obat ini di market, karena tidak disetujui Badan Pengawasan Obat-nya. Obat ini tergolong “obat mubazir”, serta harganya mahal - untuk mengelabui pembeli. Golongan obat yang disebut imuno-modulator-pun tidak ada dalam index obat resmi.
7. Sinusitis
Sinusitis dapat diatasi tanpa antibiotika dengan (lebih) baik dengan cara drainage melalui sinar matahari pagi antara jam 8.30 – 9.00. Setelah ditetesi dg obat tetes hidung (seperti Afrin atau Otrivin, dll) muka dijemur sambil duduk dan menghadap matahari untuk 7-8 menit, dengan mata dipejamkan. Ulangi tiap hari selama 7-10 hari. Nanah dari hidung akan terasa mengalir di tenggorokan. Keberhasilan sangat tinggi.
8. Gatal
Bila kulit gatal: “dilihat boleh, dipegang (garuk) jangan”, kata guru besar Bagian Kulit dulu. Salep kulit atau sembarang obat gosok atau yang dioles sering memperparah keadaan; kenalilah keadaan ini dan hentikan pemberian salep dan menggaruk.
9. Obat Murah
Obat yang murah tidak selalu lebih jelek dari yang mahal, sering justru yang TERBAIK. Tentu yang ada dasar ilmiahnya, sehingga harus dibedakan murah dengan yang ‘murahan’.
10. Hasil Laboratorium
Diagnosa penyakit umumnya ditentukan secara klinis, BUKAN dengan check-up pemeriksaan LABORATORIUM yang tidak terarah. Jadi jangan check-up dengan membabi-buta (dan hendak menentukan diagnosis sendiri). Nilai batas ‘normal’ hasil lab juga sering tidak dimengerti awam, dan yang dikatakan tidak normal (diluar batas normal) belum tentu abnormal.
11. Obat yang Tidak Berguna
Banyak obat di Indonesia tidak berguna, karena tidak ada bukti efektivitas ilmiah: Adona, Cerebrovit, Nootropil, Ketosteril, ATP, Neo-minophagen, Obat tetes mata utk katarak, Isoprinosine, Echinacea, Fosfomycin suntikan intravena, dan masih banyak lagi
(….. posted: 22 Apr 2006)
12. Antibiotik
Antibiotik, antiseptik untuk mata, tenggorokan, tubuh, dan lantai, sering tidak mencegah infeksi dan justru menimbulkan resistensi kuman yang baik. Mensterilkan lantai, lingkungan dan tubuh tidak mungkin karena dalam waktu sekejap sudah dihinggapi trilliun-an kuman lagi, mereka tidak menimbulkan penyakit. Tapi, kebersihan dengan air dan sabun ialah mutlak.
13. Oralit
Oralit, obat hebat yang dilupakan. Kemarin saya dapat tilpon menanyakan obat apa harus diberikan untuk anaknya 15 tahun, yang jarang sakit, dan sudah muntah hebat 5 kali berturut2, tanpa gejala lain. Ia sudah diberi obat oleh dokter lain yang berisi berbagai macam, kecuali ORALIT.
Oralit merupakan obat sederhana , murah, dan sangat berguna untuk menggantikan hilangnya cairan dan elektrolit (garam2) tubuh, seperti banyak berak cair, dan muntah. Mekanismenya ialah bahwa air dan garam2-nya bisa menggantikan kehilangan (yang bisa sangat banyak hingga mematikan) bahan penting tubuh ini. Untuk itu ia harus bisa diserap usus. Penyerapan juga akan mendorong kembali air dan garam yang disekresi usus, untuk kemudian keluar lagi sebagai muntahan atau diare. Mekanisme pendorongan ini bisa mendorong kembali sekresi air dan elektrolit, sehingga muntah/diare otomatis berkurang. Kesalahan besar dari label obat ini ialah TIDAK MEMBERI CARA PAKAI YANG BENAR. Bila oralit diteguk habis sekaligus 1 gelas, maka cairan ini akan otomatis keluar lagi sebagai muntahan yang ‘proyektil’, sehingga tidak mencapai tujuan pengobatan dan justru menjadi lebih parah dehidrasinya. Ini adalah alasan penting para dokter tidak mau pakai oralit, karena seperti ‘tidak efektif’.
PEMAKAIAN YANG BENAR ialah, minumlah oralit sedikit demi sedikit, 2-3 teguk dan berhenti 2-3 menit, untuk memberi kesempatan oralit diserap oleh usus. Selama masih berak/muntah oralit harus diminum perlahan2 terus sampai henti. Obat lain tidak diperlukan, kecuali ½ tablet Antimo bisa ditambahkan. Pasien diatas telah tidur nyenyak malam itu dan pagi ini sudah sekolah lagi….. dan saya jadi dokter mujarab.
14 Obat antipsikotik
Obat anti-psikotik rata2 mempunyai lama kerja efektif yang pendek (1-2 hari), kecuali yang memang dibuat dengan extended duration . Hal ini merupakan masalah karena perlu pemberian kronis.
Karena itu ritme diurnal harus diperhitungkan, apakah harus diberi pagi atau malam hari. Pengalaman menunjukkan bahwa bila obat yg menimbulkan ngantuk/sedasi diberi pagi hari maka penderita tidur terus sewaktu siang hari, yang akan dianggap merupakan bagian integral dari penyakitnya sendiri oleh dokter (dan pasien TENANG/ tidak gaduh). Hal ini sering terlihat; dan justru dianggap ‘berhasil’ pengobatannya. Bila terdapat tipe manik-depresi, sebaiknya obat seperti haloperidol dan sertraline, yang mempunyai efek sedasi kuat sekali diberikan malam hari saja. Pada pagi harinya dapat diberikan obat lain yang tidak sedatif seperti sulpiride (bila diperlukan). Dengan tindakan sederhana ini keadaan penderita akan jauh lebih baik; cobalah!
Selain itu telah dikenal bahwa dosis antipsikotik yang dipakai dalam kepustakaan Barat terlampau besar, dan anjuran pabrik tidak bisa ditiru. START LOW, GO SLOW! adalah slogan yang baik untuk obat antipsikotika.
15.Antibiotik untuk semua flu
Memberi antibiotik untuk semua kasus flu sebagai dalih proteksi , merupakan konsep tidak rasional. Bila statistik lagi-lagi membuktikan bahwa sebagian besar flu tidak akan peroleh infeksi kuman, maka hanya beberapa persen (5 %) yang akan terkena komplikasi ini dalam suatu epidemi flu biasa, sehingga memberi antibiotik menimbulkan persepsi palsu bahwa semua penderita flu akan terlindungi. Kita lupa bahwa dengan memberi obat poten seperti antibiotik yang tidak perlu menimbulkan kemungkinan efek yang merugikan meningkat: resistensi kuman, penyembuhan justru bisa lebih lama, false security, biaya bertambah, efek samping yang kadang-kadang enimbulkan ematian, interaksi dengan lain obat, mengganggu terbentuknya zat-zat imunitas tubuh dan penyembuhan alamiah.(Updated: 15 Nov 2007)