Tampilkan postingan dengan label catatan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan hidup. Tampilkan semua postingan
Satrio W.S.
Hari tadi adalah hari pertama ujian pre pendidikan klinik. ujian yang rekor lulus 100% di tahap pertama ujian belum pernah terpecahkan sejak kampusku berdiri. Kalau menurut salah seorang dosen, "sebenarnya bukanlah kalian yang bodoh hingga ada yang tidak lulus, tapi ujian ini adalah pertaruhan mental kalian sebagai dokter". seorang penghafal chek list yang jitu sekalipun bisa terjatuh dengan mudah dalam ujian ini.

Bismillahirrahmanirrahim...
Aku tatap hari seninku dengan semangat membara. Sepertinya ujian kali ini seru. Pemasangan kateter, Pemasangan infus/transusi set, anamnesis IPD, rekam medis IPD, dan Pemeriksaan fisik IPD. Mengningati kembali ilmu yang telah dipelajari. memang kalau untuk skill itu tidak butuh sekedar hafalan. tapi juga kebiasaan. bisa karena terbiasa. mungkin itu kuncinya.

belajar sudah. selanjtunya adalah meminta restu orang tua karena kuanggap ini adalah hajat besarku untuk mertaih kesuksesan. aku luruskan kembali niat dalam ujian ini. kumohonkan ghirah yang berlebih dalam karunia-Nya.

akhirnya..
ujian hari senin selesai. apapun hasilnya aku berserah pada-Nya. yang terpenting aku telah sukses mengalahkan diriku untuk berusaha keras.
dan sekarang bersiap untuk hari kedua.
Pungsi vena, Resusitasi Jantung-Paru + Endotrakeal tube, pemasangan ekg, Rumple Leed, Pemeriksaan Rectal Touche, Rontgen Thorax dan Imunisasi.
Bismillah.. Aku pasti bisa
Satrio W.S.

Tidak terasa sudah hampir empat tahun ada di sini. menjadi orang terpilih-Nya untuk menempuh pendidikan yang tidak semua orang mendapatkannya. sebuah karunia Allah SWT. Alhamdulillahirrabbil'alamin... sampai titik ini aku terdiam. Pagi nanti matrikulasi hari kedua. Aku merasa tidak memiliki apa untuk terjun ke dunia kedokteran yang sesungguhnya. Tapi aku juga terinspirasi dari pendapat sahabatku, Estu Agung, ketika ia di tanya oleh dr. Endrawati Tri Wibowo. "Menurutmu, apa kendala yang kamu hadapi ketika harus membaca rontgen?" tanya dr. Endrawati. Estu kemudian menjawab, "saya memiliki kendala di banyak hal, tapi, saya yakin kalau saya belajar semuanya saya akan bisa".

Ya benar. seperti semboyan produsen alat-alat olahraga, "impossible is nothing". kembali aku bersemangat untuk memahami segala apapun yang belum diketahui. Terimakasih kawan.

Saat ini aku coba mengingat lagi-lagi apa yang telah aku lakukan kerjakan selama menjadi mahasiswa...dan ternyata ini..

Tahun Pertama


inilah awal mengenal organisasi. LEM FKUII 2008-2009. waktu itu jadi staff Departemen Jaringangan Komunikasi dan Informasi. Dan ini lah Program kerja pertama departemen kami.. Studi Banding LEM FK UII ke FK UI, FK Usakti dan FK Unpad





foto bareng Ketua BEM FK Usakti


mengisi waktu luang. nonton Empat Mata-nya Tukul di Studio Trans TV

wah hari sudah terang., sepertinya harus di lanjut lain waktu mengingat masa lalunya.
Satrio W.S.
Ya. Pasti akan perjuangkan semua yang telah aku mulai. Niat telah terukir dan harus di convert dalam sebuah karya nyata.

Kutipan ini diperoleh dari novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Pesan yang disampaikan oleh Amak ketika Alif menginginkan untuk berhenti kuliah dan pulang ke kampung halaman untuk bekerja dan menafkahi Amak dan adik-adiknya.

seakan menjadi cermin terhadap diri ini. sebuah inspirasi untuk istiqamah dalam bersemangat. ya., telah banyak yang telah aku impikan. tentang aku dimasa nanti, dimasa depan. beberapa telah aku mulai. mungkin terlalu besar, tapi itulah yang ingin aku capai. karena sejauh mungkin aku ingin melesat. menjadi umat yang berguna. suatu saat aku akan jawab kernyitan alis "mereka" dengan sebuah kesuksesan

Istiqamah untuk mewujudkan. Itulah yang ingin aku lakukan saat ini.
Satrio W.S.

Ah entahlah. Betapa sejuknya pagi tadi. suasana lembab di halaman rumah pasca hujan tadi malam. penuh kesegaran ku tatap dari sana. Kabar baik dari bekasi, "Alhamdulillah yo, kamu bisa tutup teori... bapak sudah bersyukur, ya walaupun kamu telat menyelesaikan KTI-mu" ayah lewat ponselnya. dalam hatiku sempat miris karena janjiku kepada diri sendiri untuk membahagiakan orang tua meleset. aku coba meyakinkan diri bahwa inilah aku. merasa teramat puas untuk melakukan sesuatu yang aku senangi. terlebih aku berkesempatan mengenal hal baru. biomekanika, anatomi makroskopis, neuroanatomi, dan antropometri seakan adalah kawan baru yang kukenal.

Stable people yang kupahami adalah mereka yang mampu konsisten berkarya walau sekecil apapun tetapi tetap berpikiran besar untuk sebuah kontribusi nyata. tetap fokus pada tujuannya tanpa terpecah pada ketidakseriusan menghadapi tantangan.

Karena perjalanan ini mirip seperti yang digambarkan Lord Baden Powell dlam bukunya "Rovering to Succes. Kita ibarat seorang di atas sampan yang terus mengayuh menuju pulau bahagia. dimana kanan kirinya terdapat karang yang berpotensi menghambat tentunya.

#ya Rabb, kuatkanlah hamba menempuh tantangan-tantangan di jalan ini.
ayah, bunda, maafkan ananda yang tidak mampu menjaga amanah dengan sebaiknya
Satrio W.S.
Itulah pagi. Saat kita mulai bersemangat untuk menjadi yang terbaik dalam rangkaian impian kita. sebuah titik awal dalam memulai sebuah aktifitas. Yang kemudian aktifitas itu menyejarah dalam hidup. Melakukan yang terbaik atau membusuk bersama kemalasan adalah sebuah pilihan

Banyak rekan memulai aktifitas dengan sesuatu bermakna. Sahabatku selalu kirim SMS untuk sekedar mengingatkan shubuh. Sementara rekan yang lain dengan SMS motivasi. Sebuah recharge bagi semangat, niat, dan kesegaran pikir.Subhanallah. Jazakumullah khairan katsiran sahabatku

Detik tadi ku niatkan sebuah rangkaian rencana untuk hari ini. Latihan skill lab, asistesni anatomi, rapat perdana Badan Pekerja Sidang Umum KM UII dan..... finishing KTI. Sebuah amanah yang harus di emban ddengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Ya Allah, semoga rencana ini dapat membawa keberkahan dalam hidupku

#dimulakan dengan Bismillah, di sudahi dengan Alhamdulillah
saat pagi datang dan siang mulai menghampar
Satrio W.S.
Pagi itu mungkin pagi yang biasa bagi 150-an teman-temanku angkatan 2007. Kuliah pakar di jam 08.00 WIB. Masuk isi absen masing-masing lalu duduk manis memperhatikan kuliah dosen sambil sesekali mancatat keyword dan informaasi panting yang tidak ditampilkan dalam power point dosen. Bagi saya sendiri pun melakukan aktivitas yang mungkin tidak jauh berbeda dgn teman-teman yang lain. Yang beda adalah hari ini saya sukses berangkat tidak terlambat. Saya ingat terakhir saya masuk kuliah pagi jam 08.00 tuh seminggu yang lalu, tepatnya saat Kuliah pengantar blok. Sedangkan yang lainnya lolos semua.

Satrio W.S.
Menuju Bekasi adalah pulang kembali ke sebuah kota layaknya kampung halaman yang telah lama di rindukan. Walau lahirku bukan disana tapi budaya dan lingkungan sekitarnya merupakan temanku menghabiskan golden age kehidupan. Sudah banyak kota yang di singgahi tapi Bekasi tetap menjanjikan pesona yang berbeda. Bukan karena sengatan terik siang hari atau debu jalan yang semakin tebal dan bukan juga karena jalan berlubang yang semakin berkurang.

Menuju Bekasi adalah kembali bertemu dengan orang-orang hebat yang pernah ku kenal. Teman – teman dB yang saat ini terus berkarya untuk menjadi lebih baik. selalu ada senyuman terselip canda yang mencairkan di antara mereka. Setiap pertemuan penuh makna yang bisa di jadikan bekal bagi perjalanan hidup. Ladang ilmu di sana. Dari mereka, Kak Nesan, Kak Ahmad suryana, Kak Idcham, Kak Zay, Kak Iwak, Kak Idcham, Kak Jamal, Kak Taufik, Narul, Martin, Vera, Pupung, Nurjanah, Rozaq, Sumanto, Adim, Ahmad, Ardi, Endang dan seluruh saudaraku di Dasabala.

Menuju Bekasi adalah kembali berhadapan dengan orang – orang berpikiran antara pusar hingga lutut. Sebuah pendewasaan yang sulit mereka raih. Kembali teringat pada diskusi sore hari dengan seorang kakak di FK UGM. Ia bercerita tentang apa yang ia ketahui. Bahwa proses kita sebagai manusia untuk menjadi dewasa ibarat posisi kita dalam shalat. Dari berdiri, ruku’ kemudian sujud. Kesemuanya mengisyaratkan rangkaian proses kita dalam menggunakan akal (otak) dan hati. Saat berdiri, posisi otak kita lebih tinggi dibandingkan hati. Di sinilah kita lebih mengutamakan akal ketimbang hati. Seperti seoarang anak kecil yang berebut permen dengan adiknya. Begitulah sterusnya hingga kita mencapai poisisi sujud dimana kita akan lebih menggunakan hati daripada sekedar akal dan di posisi inilah tercapainya kedewasaan kita.

Mengingat Bekasi adalah kembali mengingat sesuatu yang sulit di mengerti. Sama seperti pertempuran yang tak pernah ku menangkan. Keraguan - keraguan yang berkelebat dan sulit kuhapus. Tapi sekarang aku sangat bersyukur akan keniscayaan yang selalu ada di atas ketidakpastian. Semua yang kubayangkan adalah kenyataan, tapi aku sangat puas akan hal ini. Tak ada yang perlu diragukan lagi hari ini, esok dan seterusnya. Alhamdulillah

Melupakan Bekasi adalah mengingat kembali pembicaraan via telepon dengan teman dari Jogjakarta. Pembicaraan tentang tugas kuliah yang mengantarkan fokus untuk kembali pada mimpi – mimpi besarku tahun ini.

Sulit untuk melupakan kenangan indah disini. Akan kusimpan Bekasi-ku untukwaktu selanjutnya.

Di tulis 2 Oktober 2009
Satrio W.S.
Sebelumnya saya ingin umumkan kepada dunia bahwa blog saya aktif kembali setelah koma beberapa waktu kemarin.
Peristiwa yang saya alami selama blog ini vakum masih seperti biasa. Angin berhembus lembut, burung masih tetap berkicau, bangun pagi, berangkat kuliah, tutorial, kuliah pakar, praktikum (+inhal lagi huhuhu...). Lalu pulang petang hari. Semua sama kecuali pada hari sabtu dan minggu hanya muter2 di dalam rumah Heheee.....

Dan ini yang terpenting.. (Sekali lagi saya katakan T E R P E N T I N G !!!!! biar terkesan lebih dramatis gitu..) yaitu berita kehidupan saya di tanah Yogyakarta.
U/ kuliah saya udah di semester 2. Semester baru, semangat baru, baju baru, sepatu baru,, ( biar kyk lagu waktu jaman kecil dulu). Meski semester yang saya anggap lebih sangar dibanding semester 1 tapi ternyata kesannya gak sangar2 bgt. Ya meski harus diakui materi udah masuk ke klinis dan agak berat, tapi saya usahakan untuk enjoy selalu. Lagian buat apa dipikirin terus nanti malah stress lagi. Toh inilah pilihan hidupku yang suka atawa tidak suka harus aku arungi ( ciee biar rada puitis dikit).
U/ kehidupan di luar kuliah masih biasa aja. Cuma ada beberapa kasus di akhir pekan kemarin yang bikin yaa setidaknya merupakan peringatan dari Yang Maha Kuasa. Kejadiannya yaitu :
1. Cukur Rambut
Jum'at sore ke tukang. Rencananya but nge-rapihin rambut. maklumlah mau presentasi tugas di depan dosen, kali aja ada nilai ++nya. Entah karena rambut terlalu bikin diri ini ganteng atau tukang cukur biadabnya yang bolot, akhirnya malapetaka itu pun terjadi. Si tukang cukur tersebut memotong rambut saya dengan beringasan. seolah-olah rambut ini seperti apaan gitu. puas dengan mengobrak-abrik my rambut, dia langsung bilang 'SELESAI, MAS!!'. Saya sih manut2 aja. Eh gak tahunya rambut saya cukurannya berantakan.
jadi hikmahnya bwt kalian pembaca blog ini dan diri saya tentunya adalah kalian harus mengkomunikasikan kepentingan anda dengan tukang cukur klo mau cukur. biar g terjadi miscomunication 9gaya dikit ah pke bhs bule tapi bener g ya penulisannya???)
2. ketiban staples
sore2 setelah cukur saya ketiban staples huhuuu.....
Hikmahnya mungkin kejadian ini adalah teguran bwt diri ini agar bersyukur telah diberi kaki oleh yang Maha Kuasa dan menggunakannya untuk hal2 yg berguna dan bertakwa kepada-Nya

Oke. itulah update peristiwa yang saya alamin.
dah dulu ya saya mo ngisi blog Dasabala dulu. Kasihan tuh sepi
Satrio W.S.
Dua hari lalu dpt sms dari temen SMA yg sama2 kuliah di Jogja, hari ini buka inbox comment di friendster isinya semua dari temen2 di Bekasi. Kebanyakan sih pada nanya kabar truz nanya kapan balik ke Bekasi.

Pulang. Kata itu yang selalu ada dalam benak. Mau sih pulang tapi kalau ingat target rasanya jadi malas untuk kembali. Mungkin ada 2 hal yang dapat dijadikan alasan bwt balik. Pertama, kerinduan pada orang tua meski 2 hari yang lalu ayah baru pulang dari sini dan sukses menularkan virus nonton Sinetronnya ke seisi rumah. Tapi rasanya hati ini belum puas jika belum bertemu dengan ibu.

Kedua, GP SMP 10 Bekasi. Mungkin karena masa SMP dan SMA dihabiskan disana rasanya sudah melekat suasana keakraban dan kekerabatan dengan seisinya. Sehingga timbul perasaan rindu untuk sekedar berkumpul bersama.

Tak ada alasan untuk pulang karena 'dia' yang pernah menyeret hati ini ke dalam suatu dunia yang tidak pernah dimengerti sampai saat ini...Lagipula pulang untuk 'dia' memiliki arti untuk dirinya


Ternyata hidup itu begini. Ada yang datang dan ada yang pergi. Dan diantara keduanya terselip kata "kerinduan" yang sampai saat ini kan dicari terus maknanya
Satrio W.S.
Udah lama gw g nulis lagi di blog ini....
Klo gak salah terakhir gw posting itu tanggal 6 Des tahun lalu ( ya gak sih????)

Oke! Kita balik ke apa yang mw gw kasih tahu..
Akhir2 ini gw lagi sering baca bukunya Raditya Dika., Mulai dari Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, sampai buku lawasnya, Kambing Jantan. Sampe2 tgl 29 kemarin gw ketemu ama dia di kota baru tercinta ini, Yogya.

Berita tambahan : Saat gw nulis ini gw lagi denger lagunya The Upstair yang Matraman. Wah jadi inget jaman jahiiyah dulu, jaman putih-abu2

Rencananya sih hari ini gw ama anak2 LEM FKUII mau ke Solo bwt ngantar sumbangan dr mahasiswa tapi g jadi. tahu tuh knapa
Udah dulu ya cz perut gw lagi mules berat nih!!!! uhuuhh

Silahkan Isi


ShoutMix chat widget